Caleg Pilihanku!!!
Wkwkwk…pertama melihat foto ini rasanya pingin ketawa terus! Saya masih ingat saat menikah, beliaunya bener-bener ga mau memakai kostum manten adat jawa. Akhirnya saya pakai kebaya dan beliau pakai jas. Siapakah beliau itu? Perkenalkan saudara-saudara.. Raden Tumenggung Rudy Heryanto, A. Md.
Ceritanya, pakde Amin kemarin waktu saya di Solo mengaku dapat amanah dari Gusti Mung, agar mencari SDM untuk dijadikan abdi dalem Keraton Solo. Yang katanya dibutuhkan banyak SDM agar cita-cita menjadikan Solo sebagai Daerah Istimewa terwujud. Masalah syarat, yang penting orangnya menjunjung dan mencintai budaya Jawa, Solo pada khususnya. Bapak sih langsung tertarik. Segera mengumpulkan foto dan daftar riwayat hidup untuk mengajukan diri sebagai abdi dalem. Begitu saya tawarkan pada suami tercinta, ternyata dia pun tertarik. Apalagi nothing to lose lah. Ga ada duit-duitan demi mendapat KTA dari Keraton. Masalah pengabdian, Insya Allah meskipun berkedudukan di Rembang sini kami selalu cinta budaya Jawa. Dukung 100% deh agar Solo menjadi Daerah Istimewa. (Kalau ada pembaca yang lebih mengetahui hal ini, mohon info lebih lanjut ya)
Lalu, saat melihat kembali foto di atas, saya menyangkutkan dengan begitu banyak foto narsis di pinggir jalan minta dicontreng 9 April nanti. Sambil kedip-kedip mata godain suami, saya bilang..
Yank, andai foto kamu yang itu ikut2an nampang di pinggir jalan, ga cuma saya contreng deh. Saya colekin abis-abisan, ga cuma 9 April. Saat ini mpe selamanya u’re the one deh
![]()
Boring sih liat jalan yang makin awut-awutan dengan wajah-wajah narsis. Ga terlihat apa yang akan kita dapat jika mau milih mereka. Kemarin waktu di Solo, bantu bersihin rumah yang kebanjiran, sempat agak murka juga dengan beberapa komentar tetangga tentang caleg ini. Tapi ya ditahan, wong namanya musibah, semua jadi serba emosi. Agak naik darah tu karena komentar warga pada beberapa caleg dari salah satu partai yang langsung turun membantu begitu daerah Banyuanyar kena banjir. Sebelum saya datang, kata Bapak mereka dah mengerahkan beberapa mobil untuk mengangkut lumpur. Juga anggota partai untuk turun membantu bersih-bersih. Setelah saya datang, bantuan sembako dan periksa kesehatan bertahap turun. Karena bertahap itu, Bapak sebagai pak RW II juga agak kerepotan membagi. (Pernah dimuat di Solopos juga keluhan Bapak tentang bantuan banjir ini). Bagi saya pribadi, bukankah perlu kita acungi jempol saat para caleg itu tanpa basa-basi langsung turun bantu? Bahkan sepengetahuan saya selama seminggu di Solo, nyatanya cuma para caleg dari partai itu yang turun, padahal berita tentang Banyuanyar banjir sudah masuk Solopos, yang artinya se Solo Raya tahu. Meskipun dengan tujuan kampanye, so what? Ini kampanye yang real dan mengena bagi saya pribadi. Dah terbukti mereka tanggap dan cepat bantu. Ya saya juga ga akan maksa kalo memang ga suka ma para caleg itu. Tapi daripada kita milih orang yang sudah terlihat ga peduli saat kita kena musibah, padahal ini saat-saat mereka tebar pesona, buat saya ga banget deh!
Kembali ke foto, walaupun bukan the best pose, soale keliatan banget beliau capek di foto itu, ungkapan iseng saya itu hanya sedikit dari pengungkapan rasa bersalah saya yang akhir-akhir ini melalaikan beliau. Huuuh..when will it become normal again? Capek tiap hari kerja seperti ini. Belum lagi harus mengajari Radya beradaptasi dengan tugas baru ibunya. Allah, penentu jalanku, bantu aku…




iseng dikit, mungkin mbak nisa dah tahu. foto caleg itu terdiri dari dua macam foto (yang peling sering aku lihat seh) yakni :
1. pas foto, ya tahu dewe lah foto tanpa pose yang buat ktp, ktm dan berbagai identitas lainnya (tapi dipasang di baliho gede sehingga jadi foto ngepasne baliho hehehe)
2. foto close up, foto disebut close up ketika bagian tubuh yang disebut mata berada pada bagian tengah (istilah dalam fotografine aku lupa). Dalam foto itu ada 3 garis (layer)yang memberi bagian pada setiap objeknya, nah kalo mata objek (orang) ada di layer ke 2, itu disebut foto close up.
gitu seh kira2
tapi ada beberapa jenis foto lagi kayak :
foto caleg pose bareng tokoh pentolan partai, foto caleg bareng tokoh terkenal (di Jember ada yang diedit dijejerin sama obama), foto caleg bergaya (di Malang, ada foto caleg muda dengan gaya orasi dengan memegang microphone lawa gaya 70/80an, bagiku kayak penyanyi hehehe.