•29 Juni 2009 •
Tinggalkan sebuah Komentar
Dapet link ini dari FB suami saya, mmm saya pikir sebagian besar bener, la wong yang diomongin cuma yang baik2 aja, anggap aja bener :p Kalo ada yang mau kontra, feel free to drop any comment
Your view on yourself:
You are down-to-earth and people like you because you are so straightforward. You are an efficient problem solver because you will listen to both sides of an argument before making a decision that usually appeals to both parties.
The type of girlfriend/boyfriend you are looking for: Lanjutkan membaca ‘iseng aja’
Ditulis dalam Keluarga, egoku
•12 Juni 2009 •
Tinggalkan sebuah Komentar
Kalau lagi ujian, jangan lagi deh yang seperti ini…

ngapain mas tengok2 ke belakang?

tuh kan diketawain temen2 nya….
Ditulis dalam smk
Tag: curang, nyontek, ujian
•2 Juni 2009 •
1 Komentar
Mendengar kata ini, sebenarnya saya malah lebih teringat dengan jokes suami saya yang sering ngucapin “sorry, haram noh”, tapi maksudnya sih kurang lebih gengsi dan ga mau pakai sesuatu yang dikatakan suami saya haram itu. Walaupun tentu saja tidak dengan maksud memudahkan yang halal menjadi haram atau bermain-main dengan fatwa tersebut. Seperti kebiasaan beliau yang ga suka makanan manis, setiap diberi kue manis kadang bercanda dengan memakai kata “haram”. Toh, bukan berarti haram beneran.
Kami pribadi sebagai keluarga kecil dan masih pra-sejahtera,hehe karena kendaraan bermotor rodanya belum nambah, masalah halal-haram SEMOGA juga lebih hati-hati dibanding rekan-rekan kami. Contoh kosmetik, walaupun mungkin sahabat karib perempuan, saya masih harus mengimpor dari Solo. Karena nyari kosmetik halal di Rembang masih belum ada yang jual. Sistem operasi dan berbagai aplikasi di laptop kami,insya Allah free dan kalopun propietary,kami berusaha membelinya. CD dan VCD sebagai hiburan, insya Allah bukan bajakan. Bahkan yang ga diharamkan, tapi dianjurkan untuk diboikot,kami juga sedikit-sedikit berusaha melepaskan diri dari membeli barang2 tersebut.
Makanya, saya juga sedikit heran sama media. Lanjutkan membaca ‘Haram….!!’
Ditulis dalam Media, egoku
Tag: bajakan, halal, ulama, fatwa, haram, kosmetik, mui
•25 Mei 2009 •
2 Komentar
Saya lagi bingung, bingung soal Radya. Tapi kata Bapake Radya, saya ni cuma terlalu responsif. Kenapa? Begini, Radya selama ini saya titipkan di penitipan anak. Sebelum aktif bekerja pun saya sudah survei dan menimbang-nimbang mana yang terbaik buat Radya saat saya bekerja nantinya. Mengangkat pembantu rumah tangga sepertinya masih belum mungkin bagi saya karena berbagai alasan. Makanya Radya pun saya titipkan ke penitipan anak yang jaraknya tak lebih dari 500 m dari rumah.
Lanjutkan membaca ‘Kemana Radya kan Kubawa?’
Ditulis dalam Radya, egoku, rembang
Tag: pengasuhan anak, penitipan anak
•20 Mei 2009 •
Tinggalkan sebuah Komentar

Ga terasa udah 2 tahun le, kamu ni diamanahkan pada ibu yang lemah ini. Kalo dibilang siapa yang belajar, aku lah yang banyak belajar padamu. Ibu mu ini bisa mempelajari banyak hal yang mungkin dulu ga kepikiran untuk dipelajari. Sejak lahir, aku yang paling intens bergaul denganmu. ku harap aku lah yang menjadi manusia terdekat di hatimu, sekarang dan nanti hingga ku dipanggil.
Tingkahmu sekarang sudah banyak, celotehanmu pun sudah begitu menggemaskan. Ibu mu jadi full hati-hati dalam mengucapkan apapun. La wong semua kamu tirukan dan aduh…susah lepasnya. Seperti kata EMOH dan EMBUH yang sampai sekarang masih lekat di lidahmu. Dilatih ya nak, biar kamu bisa ngerem pengeluaran kata-kata itu.
Semoga besok saat kamu gede, kamu ga akan menyesal jadi keturunan orang kota yang besar di desa
Karena kamu akan jadi cah ndeso yang ga gaptek, tapi juga bukan anak kota yang angkuh dan ga peduli sama wong ndeso. Doa dan cinta selalu untukmu, Nak.

nik…uda…

ada berita apa hari ini?
bukan hooligan, bukan prome*a, cuma penyayang kelinci
nyari “bongkang” : undur-undur
Ditulis dalam Keluarga, Radya